CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Minggu, 31 Agustus 2008

Islami

MAKLUMAT FPI TENTANG "SEPILIS" .

ﺑﺴﻡ ﺍﷲ ﺍﻟﺮ ﺤﻤﻦ ﺍﻟﺮ ﺤﻴﻡ

MEMBONGKAR KEDOK SEPILIS

Amanat AI-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab

"Waspadalah terhadap MAFIA SEPILIS yang menipu umat dengan segudang Gelar Akademis, memakai Jas Cendekiawan dan Dasi Ilmuwan melalui Performa Modernis serta Diplomasi Intelektual, untuk melakukan MANIPULASI HUJJAH dan KORUPSI DALIL, atas nama maslahat, pembaharuan, persamaan, persatuan, kemanusiaan, kebebasan, keadilan dan HAM ! Mereka adalah Perusak Aqidah, Penghancur Akhlaq, Pemerkosa Syari'at dan Penoda Agama.”

APA & BAGAIMANA SEPILIS ITU ?

"SEPILIS" adalah singkatan dari SEKULARISME, PLURALISME dan LIBERALISME.

  1. SEKULARISME ialah suatu isme (aliran pemikiran / pemahaman) yang mempercayai dan meyakini serta "mengimani" bahwa agama harus dipisah dari negara, sehingga dalam mengelola negara tidak boleh membawa simbol / atribut agama apalagi ajaran agama. Dalam prakteknya, SEKULARISME telah menjadi suatu IDEOLOGI yang ANTI AGAMA, bahkan MEMUSUHI AGAMA.

  2. PLURALISME ialah suatu isme (aliran pemikiran / pemahaman) yang mempercayai dan meyakini serta “mengimani” bahwa semua agama SAMA dan BENAR, sehingga SIAPA PUN - termasuk Nabi dan Rasul sekali pun - TIDAK BERHAK mengklaim ajaran agamanya yang paling benar. Dalam prakteknya, PLURALISME telah menjadi suatu IDEOLOGI LINTAS AGAMA yang mencampur- adukkan ajaran semua agama.

  3. LIBERALISME ialah suatu isme (aliran pemikiran / pemahaman) yang mempercayai dan meyakini serta "mengimani" banwa nash AI-Qur'an dan As-Sunnah harus tunduk kepada AKAL dan bahwasanya manusia memiliki KEBEBASAN MUTLAK. sehingga SIAPA PUN - termasuk Tuhan sekali pun - TIDAK BERHAK untuk mewajibkan / mengharamkan sesuatu atas manusia Karena WAJIB / HARAM adalah pemasungan kebebasan dan pemerkosaan HAM. Dalam prakteknya, LIBERALISME telah menjadi suatu IDEOLOGI yang MEMBOLEHKAN berbagai kemunkaran, seperti pornografi / pornoaksi, perzinahan, homosex, lesbian, pelacuran. pemurtadan, aliran sesat dan penistaan agama.

FATWA MUI No. 7 Tahun 2005

Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme Agama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, dan hukumnya HARAM.

CATATAN RENTING

PLURALISME tidak sama dengan PLURALITAS

Islam menolak PLURALISME karena merupakan IDEOLOGI PENCAMPUR-ADUKKAN AQIDAH. Tapi Islam menerima PLURALITAS karena merupakan SUNNATULLAH sebagai Dinamika Kehidupan yang menghargai keragaman kemajemukan dan kebhinekaan.

Karenanya, umat Islam bisa hidup berdampingan dengan umat beragama lain secara damai penuh toleran, saling menghargai dan menghormati. Tiap umat beragama bebas meyakini kebenaran agamanya masing-masing. dan bebas untuk tidak menerima kebenaran agama lain, namun tidak boleh menistakannya. Mereka tidak boleh dipaksa untuk membenarkan agama lain sebagaimana yang dilakukan KAUM SEPILIS.

Intinya, Islam sangat menghargai KEBEBASAN BERAGAMA, tapi menolak PENCAMPUR-ADUKAN AGAMA dan PENODAAN AGAMA.

BUKTI KESESATAN SEPILIS

  1. Buku FIQIH LINTAS AGAMA karya Tim Penulis PARAMADINA yang terdiri dari Prof DR. Nurcholish Majid (Pendiri Paramadina), Prof. DR. Komaruddin Hidayat (RektorUIN Jakarta), DR. Kautsar Azhari Noer (Dosen UIN Jakarta), DR. Zainun Kamal (Dosen UtN Jakarta). KH, Masdar F. Mas'udi (Ketua PBNU), Zuhain Misrawi, Lc (Kader Muda NU dan anggota Baitul Muslimin Indonesia–PDIP), Budhy Munawar Rachman (Dir. Program Paramadina), Ahmad Gaus AF (Dir. Publikasi Liberal for All Foundation - USA), dan sebagai Editor; Mun'im A. Sirry, MA (Peneliti Paramadina). Diterbitkan oleh Yayasan Waqaf Paramadina & The Asian Foundation, tahun 2004. ISI BUKU :

    1. Menghina FIQIH sebagai belenggu kehidupan dan memfitnahnya sebagai ajaran yang mendiskreditkan agama lain, bahkan sebagai penyebar kebencian dan kecurigaan terhadap agama Islam. (Kata Pengantar hal. ix dan Mukadimah hal. 2).

    2. Mengnina periode dan generasi AS-SALAF ASH-SHOLIH sebagai penyebab kebekuan pemahaman, dan memfitnah IMAM SYAFI'I sebagai penyebab tidak berkembangnya pemikiran Islam lebih dua belas abad. (Mukadimah hal 4- 5).

    3. Ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Madinah DISKRIMINATIF, EKSKLUSIF dan FUNDAMENTALISTIK. (hal. 142).

    4. Umat beragama apa pun tidak kafir, karena semua agama sama dan benar. sehingga tidak boleh ada yang mengklaim bahwa agarnanya yang paling benar. (hal 133, 167, 206 - 207).

    5. Atas Dasar HIKMAH dan KEMASLAHATAN persaudaraan, persahabatan, kedamaian, kerukunan, solidaritas, persatuan dan kehangatan pergaulan antar umat beragama, maka :

      1. BOLEH mengucapkan SALAM kepada NON MUSLIM, bahkan WAJIB menjawab salam mereka. (hal. 72. 77 - 76).

      2. BOLEH mengucapkan SELAMAT NATAL alau Selamat Hari Besar Agama apa pun, bahkan BOLEH ikut merayakannya (hal.84-85).

      3. BOLEH MENDO'AKAN dan MINTA DO'A dari NON MUSLIM, termasuk DO'A BERSAMA, bahkan semua itu DIANJURKAN. (hal. 102 -103, 107).

      4. BOLEH MASUK MASJID mana saja dan kapan saja bagi NON MUSLIM, termasuk MASJIDIL HARAM dan MASJID NABAWI. (hal. 110 & 118).

      5. Hukum JIZYAH melecehkan NON MUSLIM, maka harus DINASAKH. (hal.151- 152).

      6. BOLEH Kawin Beda Agama dan HARUS ada Waris Beda Agama (hal. 164 & 167).

  2. Buku LOBANG HITAM AGAMA karya Sumanto AI-Qurtuby (alumnus IAIN Semarang) dengan Pengantar : Ulil Abshar Abdalla (Kader Muda NU, Pendiri JIL dan Dir. Freedom Institute), dan di-endos cover yang penuh pujian oleh : Gus Dur (Mantan Ketua PBNU & Mantan Presiden RI), DR. Moeslim Abdurrahman (Cendikiawan Muhammadiyah), Anif Sirsaeba Alafsana (Pengasuh Pesantren Karya Basmala Indonesia), Ahmad Tohari (Budayawan), dan Trisno S. Sutanto (Pengamat Sosial dan Keagamaan). Diterbitkan oleh Ilham Institute dan Rumah Kata, tahun 2005.

    ISI BUKU :

    1. PENISTAAN TERHADAP AGAMA :

      Agama bukan produk Tuhan (hal. 31).

      Agama adalah penjajah budaya dan pemasung intelektual (hal. 55 & 58).

      Agama mematikan akal dan nalar (hal. 59).

      Agama sumber konflik dan pembawa bencana (hal 83 & 37).

      Islam adalah strategi budaya Muhammad dan merupakan sinkretik, serta campuran budaya : Judaisme, Kristianisme dan Arabisme (hal 216. 217 dan 225).

      Penulisan bahasa arab adalah Arabisme (hal. 22S)

    2. PENISTAAN TERHADAP AL-QUR'AN :

      Kemaslahatan lebih diutamakan daripada ayat-ayat Tuhan (hal. 31).

      Umar ikut menciptakan Al-Qur'an (hal. 32).

      Teks Al-Qur'an tidak autentik (hal. 34 & 37).

      Nabi dan para sahabat adalah para pencipta Al-Qur'an (hal. 43).

      Al-Qur'an angker dan perangkap bangsa Quraisy, serta dibuat oleh manusia dan bukan kitab suci (hal. 64 - 65)

      Al-Qur'an membelenggu kebebasan dan rnenciptakan tragedi kemanusiaan (hal. 117).

      Muhammad, Islam dan Al-Qur'an tidak terlepas dari distorsi / penyimpangan (hal. 126).

      Kandungan Al-Qur'an kontroversi (hal. 142).

      Al-Qur'an saja bermasalah, apalagi Kitab Kuning (hal. 146).

    3. PENISTAAN TERHADAP NABI, SHAHABAT & ULAMA :

      Utsman pelaku nepotisme dan keliru membuat mushaf Al-Qur'an (hal.39).

      Nabi dan para Tokoh Non Muslim seperti : Gandhi, Luther, Bunda Terresa & Romo Mangun bersama-sama menunggu di Surga (hal. 45).

      Kisah Heroik Para Nabi dan Mu'jizatnya hanya dongeng seperti : Sinetron "Saras 008” atau kisah heroik James Bond (hal. 58).

      Nalar Politik Tirani dibentuk oleh Khulafa' Rasyidin (hal 124).

      Para sahabat Nabi telah memperagakan Politik Islam dengan sangat sempuma mengerikannya (hal. 134).

      Imam AI-Mawardi mengkhianati hak-hak rakyat dan seorang Rasis / Arabisme (hal150 & 155).

      Doktrin Politik Sunni ambigu dan out of date / kadaluarsa (hal 167).

      Al-'Asy'ari dan Al-Ma'turidi menjalin persekongkolan politik (hal. 171).

      Ahlus Sunnah wal Jama'ah (ASWAJA) adalah sekte yang telah memanipulasi teks-teks keagamaan (hal. 229).

    4. PENISTAAN TERHADAP SYARI'AT ISLAM :

      Syari'at Islam menciptakan gerombolan mafia dan anjing-anjing penjilat kekuasaan (hal. 70).

      Syari'at Islam diskriminatif terhadap perempuan dan non muslim (hal.131-132).

      Formalisasi Syari'at Islam bukan hanya Utopis, tapi juga Tirani (hal. 134).

  3. PERNYATAAN 10 BESAR TOKOH SEPILIS INDONESIA:

    1. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur); Mantan Ketua Umum PBNU.

      "AI-Qur'an adalah Kitab Suci paling porno di dunia", dilontarkan dalam dialog interaktif di Radio 68H - Utan Kayu, Jakarta, bersama M. Guntur Romli, wartawan Tempo, pada Senin 17 April 2006.

    2. Prof DR. Ahmad Syafi'i Ma'arif : Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah :

      Di tahun 2007 membuat tulisan tentang kesamaan umat Islam, Nasrani dan Yahudi di mata Allah. (Majalah MADINA No.06/Tahun I, Juni 2008, hal. 9).

    3. Prof. DR. Dawam Rahardjo : Mantan Pengurus PP Muhammadiyah

      1. "Kalau Islam tidak bisa dikontrol oleh negara sebaiknya Islam dilarang saja di Indonesia", dilontarkan dalam Kolokium International Center Islam and Pluralism (ICIP) pada Selasa, 11 Oktober 2005 di Jakarta, dikutip http://www.christianpost.co.id.

      2. "Pindah Agama tidak Murtad!" dilontarkan dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia pada Rabu, 25 Januari 2006 di Pekanbaru-Riau, dikutip Suara Pembaruan.

    4. Prof. DR. Nasaruddin Umar, MA : Dirjen Bimas Islam Depag RI dan Dosen UIN Jakarta

      "Semua Kitab Suci bias gender" (maksud bias gender ialah tidak adil dalam soal jenis kelamin, khususnya diskriminatif terhadap wanita). Wawancara yang dimuat dalarn situs JIL. (50 Tokoh Islam Liberal Indonesia, Budi Handrianto, hal. 157).

    5. Prof. DR. Musdah Mulia. MA : Ahli Peneliti di Depag Rl dan Dosen UIN Jakarta

      1. "Tidak ada perbedaan antara Lesbian dan tidak Lesbian. Dalam pandangan Allah, orang-orang dihargai didasarkan pada keimanan mereka". dilontarkan dalam Dialog Publik di Jakarta pada 27 Maret 2008. (Suara Islam edisi 42, 18 April - 1 Mei 2008, hal. 12).

      2. Di tahun 2004 menjadi Kordinator Tim Pengurus Utamaan Gender (PUG) - Depag RI, yang menerbitkan Counter Legal Draft - Kompilasi Hukum Islam (CLD - KHI) yang berisi, antara lain : Poligami tidak sah, Kawin Beda Agama sah, Laki-laki terkena 'iddah 130 hari. Waris anak laki dan perempuan sama. (50 Tokoh Islam Liberal Indonesia Budi Handrianto, hal. 237 - 241).

    6. Prof. DR. M. Amin Abdullah Mantan Rektor UIN Yogyakarta.

      "Tafsir-tafsir klasik AI-Qur'an tidak lagi memberi makna dan fungsi yang jelas dalam kehidupan umat Islam." (Pengantar untuk buku Hermeneutika Pembebasan, karya llham B. Saenong, terbitan Teraju - Jakarta, tahun 2002).

    7. Prof. DR.Abdul Munir Mulkhan : Mantan Pengurus Muhammadiyah.

      "Jika semua agama memang benar sendiri, penting diyakini bahwa surga Tuhan yang satu itu sendiri, terdiri banyak pintu dan kamar Tiap pintu adalah jalan pemeiuk tiap Agama memasuki kamar surganya." (dari bukunya : Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar. Kreasi Wacana. Yogyakarta, tahun 2002, hal. 44).

    8. DR M Luthfi Asy-Syaukani : Dosen di Universitas Paramadina

      1. "Pada gilirannya, perangkat dan konsep-konsep Agama seperti Kitab Suci, Nabi, Malaikat, dan lain-lain tak terlalu penting lagi.” (Kompas. 3 September 2005).

      2. Dalam Dialog antara Luthfi Syaukani - Adnin Armas, MA di Mailing List (milis) Islam Liberal, tanggal 10 Mei 2001, Luthfi menyatakan bahwa buku-buku karya kaum Orientalis atau Liberal seperti : AAA. Fyzee, M. Watt, H.A.R. Gibb, Denny, Laroui, Nashr Hamid Abu Zayd, An- Na'im, Fatima Mernissi, dan lain-lain, lebih disukai dari pada kitab- kitab Para Ulama Salaf seperti : Syafi’i, Bukhori, Ghazali, dan lain- lain, yang dinilainya sebagai buku-buku biasa yang membosankan. (Pengaruh Kristen-Orientalis terhadap Islam, GIP. Jakarta, tahun 2003, hal. 36-37).

    9. Ulil Abshar Abdalla, MA : Kader Muda NU dan Pendiri JIL
      1. "Menurut saya, tidak ada yang disebut Hukum Tuhan dalam pengertian seperti yang dipahami orang Islam. Misalnya Hukum Tuhan tentang pencurian, jual-beli, pernikahan, pemerintahan dan lain-lain." (Kompas, 18 November 2002)

      2. "Rasul Muhammad adalah Tokoh Historis yang harus dikaji dengan kritis (sehingga tidak hanya menjadi mitos yang dikagumi saja, tanpa memandang aspek-aspek beliau sebagai manusia yang juga banyak kekurangannya)." (Kompas, 18 November 2002).

      3. "Negara Sekuler lebih unggul daripada Negara Islam ala fundamentalis, sebab Negara Sekuler bisa menampung energi kesalehan dan energi kemaksiatan sekaligus." (Tempo edisi 19-25 November 2002).

      4. “Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi Islam bukan yang paling benar.” (Gatra, 21 Desember 2002)

      5. "Dari segi substansi saya tidak menyesali tulisan saya." (Gatra, 21 Desember 2002).

    10. Goenawan Mohamad Wartawan Tempo.

      Tokoh SEPILIS yang RASIS dan FASIS serta berhaluan SOSIALIS, pernah MEMBELA SALMAN RUSHDI dengan alasan kebebasan mencipta, dan MEMBELA AHMADIYAH dengan alasan kebebasan beragama, serta MENOLAK RUU ANTI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI (RUU APP) lewat tulisannya yang berjudul: RUU Porno : Arab atau Indonesia ? Dia menyimpulkan bahwa RUU APP adalah ARABISASI (Koran Tempo 8 Maret 2006)

ALLAH SWT DAN RASULULLAH SAW TELAH DINISTAKAN

AGAMA ISLAM DAN AL-QUR’AN TELAH DILECEHKAN

PARA NABI, SHAHABAT & ULAMA SALAF TELAH DIHINAKAN

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN ?

Minggu, 24 Agustus 2008

Do'a malaikat Jibril menjelang Ramadhan "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:


* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)

* Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami isteri

* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jumaat. Oleh itu SAYA TERLEBIH DAHULU MEMOHON MAAF jika saya ada berbuat kesalahan, baik yang tidak di sengaja maupun yang di sengaja. Semoga Ramadhan kali ini bs kita manfaatkan sebaik2nya.Amin...

Sabtu, 23 Agustus 2008

Dakwaan Alternatif Untuk Habib Rizieq Shihab



Terkait Insiden 1 Juni 2008 di Monas, sidang Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab digelar di di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (21/8).

Menurut Tim Penuntut Umum dakwaan yang dikenakan kepada terdakwa adalah dakwaan alternatif. “Jadi tergantung hasil pemeriksaan persidangan, mana yang sesuai dengan fakta yang terungkap di persidangan dengan dakwaan dari Tim JPU yaitu alternatif dua pasal itu, itulah yang kita ajukan sebagai dakwaan terbukti, jadi tidak dibuktikan kedua-duanya,” ujarnya

Habib Rizieq yang dalam dakwaan JPU didakwa berdasarkan pasal 156 KUHP dan pasal 170 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 dituduh sengaja menggerakkan anggota FPI melakukan unjuk rasa pada 1 Juni 2008 lalu dan dia dianggap melakukan kegiatan pada tanggal 28 Mei 2008 di Petamburan yang sengaja menggerakkan anggota FPI dalam pengajian untuk menyebarkan kebencian terhadap suatu golongan.

Sedangkan pada persidangan ketika Hakim Ketua Panusunan Harahap bertanya kepada terdakwa. "Apa Saudara paham dengan dakwaan saudara jaksa penuntut umum?" Habib Rizieq Shihab lalu menjawab, "Justru itu yang tidak saya pahami. Yang disampaikan jaksa penuntut umum saya tidak paham pasal 170 jo 55,"ujarnya.

"Saya tidak pernah ada di Monas dan tidak pernah menggerakkan massa untuk unjuk rasa,” tambahnya lagi.

Ada satu pasal lagi yang tak dimengerti oleh Habib Rizieq yaitu pasal 156. Habib Rizieq merasa lebih tidak mengerti lagi, jika menurut JPU ceramahnya mengenai kesesatan Ahmadiyah diartikan sebagai penyebaran kebencian terhadap suatu golongan.

Wawancara Dengan Imam Samudra

Jihad Interview
- Rabu, 26 Maret 2008 Tim Jihad Magz berhasil mewawancarai Ustadz Imam Samudra di Lapas Batu Nusa Kambangan. Dalam situasi kunjungan penuh kekeluargaan tersebut Ustadz Imam Samudra dengan antusias dan penuh semangat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disodorkan Jihad Magz. Berikut petikan wawancara tersebut. Simak wawancara yang Sungguh Indah Ini.


Jihad Magz (JM) : Assalamu’alaikum. Warahmatullahi Wabarakatuh! Apa kabar Ustadz? Bagaimana perasaan dan kondisi terakhir Ustadz ?

Ustdz Imam Samudra (IS) : Wa’alaikumussalam.Warahmatullahi Wabarakatuh!

Alhamdulillah, secara umum kondisi penjara bagaimanapun abnormal, tidak normal, tetapi dengan rahmah Allah SWT kita diberi kekuatan. Kita seperti yang Antum (perlu) tahu bahwa di antara tanda akhir zaman itu mimpi orang beriman itu jarang ada yang salah. Jadi banyak bashirah-bashirah, atau basyair-basyair yang kita terima. Mungkin akhi Abu Zaid, akhi Amrozi sudah menceritakan tentang mimpi itu.

Yang kedua, kami meyakini janji Allah begitu indah, ada sebagian saya tulis di buku AMT (Aku Melawan Teroris) itu. Kemudian di sini, Alhamdulillah, hal tersebut tidak berubah, tetap ada pertolongan-pertolongan Allah SWT. Kadang-kadang ada sesuatu yang tidak masuk akal banyak terjadi. Misalnya, ini yang paling sering ini, kok tiba-tiba mimpi melihat monyet, atau anjing, atau kelinci. Monyet, anjing itu, atau ular itu musuh Allah yaitu polisi atau sipir. Itu terjadi betul. Datang polisi. Bukan sekali dua kali, dan bukan hanya saya yang mimpi.

Kelinci itu, dilihat tafsirnya itu, saya tidak pernah melawan binatang apa pun tiba-tiba kok mimpi ada kelinci ini, saya buka takwilnya itu, kelinci itu artinya seorang lelaki yang bajunya (QS : 47:31), yang mencari keuntungan dunia dan dia penakut. (Kitab Taisirul Ahlam Ibnu Sirin)

Datang betul satu orang pura-pura bersama kita gitu, datang. Kemudian dalam mimpi melihat ular, mati, memang betul, beberapa lama sebelum hakimnya Amrozi mati, siapa itu.. ???, melihat ular, ular mati. Lho, saya baca tafsirnya barang siapa mimpi lihat ular mati, artinya, musuh dia akan mati. Betul-betul itu seperti itu. Jadi memang mati. Di Bali pun seperti itu.

Nah, kemudian sekitar empat atau lima hari yang lalu, saya mimpi lagi melihat ular mati. Tadi saya mendengar berita ada preman mati di Solo.. Betul itu ya.. Malamnya saya mimpi itu. Satu apa dua..? [satu mati di tempat, satu di rumah sakit]. Subhanallah, itu malam itu saya mimpi lihat ular mati. Jadi, ada ular itu mau nyerang saya kemudian saya baca ayat kursi, mati ular itu. Tidak lama, saya dengar berita itu.. betul itu.. Itu bashirah-bashirah.

Kemudian, kemarin siang ba’da zhuhur, saya mimpi melihat ular kobra dibawa di dalam keranjang, dibawa oleh petugas ini mau nyerang saya. Tapi saya baca ayat kursi, mati juga ularnya. Saya sedang tunggu berita, apa nanti yang terjadi.. mudah-mudahan nanti, entah Urip Tri Gunawan atau siapa, mudah-mudahan..
Jadi, keadaan kami Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT kami diberi Furqan, waman yattaqillah yaj’al lahu makhraja, waman yattaqillah fahuwa hasbuh, barang siapa bertaqwa kepada Allah maka cukup Dia sebagai pelindungnya.

Jadi, dengan izin Allah swt kita diberi furqan oleh Allah swt. Meskipun kami tertutup komunikasi seperti yang lain dengan antum ini, tapi tetap dengan antum ke sini mendapat tahu. Jadi, secara umum kami baik-baik saja.

Namun perlawanan saya terhadap taghut tidak pernah berhenti, sampai kapan pun. Maka Antum-Antum semua ini mudah-mudahan diterima sebagai pejuang di sisi Allah Swt.


JM: Dalam buku Aku Melawan Teroris, Ustadz menjelaskan pengaruh buku Syekh Abdullah Azzam sehingga mengantarkan Ustadz ke bumi jihad Afghanistan. Bisa diceritakan kembali pengaruh atau tepatnya bagian mana dari buku tersebut yang mempengaruhi Ustadz, dan bagaimana cerita perjalanan ke Afghanistan ?

imam s 1

IM: Jadi, buku itu saya baca berulang-ulang, sejak kelas 1 SMP, bersama kawan-kawan, kawan itu sudah syahid di Afghanistan. Yang mendorong saya ialah pertolongan Allah, misalkan ada dua gunung, dua bukit, yang satu kubu Rusia, yang satu kubu Mujahidin. Datang pesawat supplier dari Rusia untuk mengasih daging kepada tentara Rusia. Tapi dengan taqdir Allah, justru daging itu jatuh pada Mujahidin, dan saat itu Mujahidin sedang kelaparan.

Yang kedua, saya masih ingat bagaimana ketika Mujahidin diserang oleh pesawat pengebom, tiba-tiba di bawah pesawat itu ada burung-burung seperti ababil.
Yang ketiga ada orang ditabrak tank, dengan izin Allah SWT tidak mati. Karamah dari Allah SWT. Itu membuat saya terpacu dan janji-janji Allah itu saya yakini. Maka sejak saat itu saya berdoa kepada Allah, ya Allah sampaikanlah saya di tempat buku ini diceritakan. Beberapa tahun kemudian sampai saya di Afghanistan.

Jadi antum sebetulnya harus baca buku itu.


JM: Salah satu pendapat yang menentang aksi Bom Bali 1 adalah belum tersampaikannya ‘I’lan’ (Iqomatul Hujjah) kepada penguasa tentang kondisi mereka. Bagaimana Ustadz menyikapi hal ini ?

IS: Ulama tentang iqamatul hujjah ini ada banyak pendapat. Ada yang mewajibkan iqamatul hujjah dan ada yang tidak. Kapan iqamatul hujjah itu? Pada musuh penduduk asli dan kita punya waktu yang panjang untuk melakukan hal seperti itu, iqamatul hujjah itu. Nah, sekarang kondisi sudah ada internet, sudah ada TV semua, apa yang belum sampai. Kecuali di gurun sahara yang belum ada orang, belum ada monyet, itu kita baru sampaikan hujjah seperti itu.
Yang kedua, pemisahan antara target yang kami lakukan itu kan susah dipisahkan.

JM: Tentang dananya Ustadz, sebagian ikhwan di luar banyak yang beranggapan bahwa itu fai’ atau ghanimah yang didapat dari toko emas yang di Banten. Untuk klarifikasinya gimana Ustadz?

IS: Tidak. Tidak ada sama sekali.

JM: Terus begini Ustadz, ikhwan yang lain, sekarang mengakui bom bali salah, terus juga menulis buku, menurut Ustadz gimana? Contohnya Ali Imran, dan yang lain.

IS: Ali Imran itu kan sekarang dipelihara oleh Mabes, jadi gak dijawab pun orang sudah tau siapa Ali Imran, siapa Nasir Abbas. Jadi saya tidak perlu komentar tentang masalah ini, karena antum pun sudah tau jawabannya. Begitu..

JM: Masih tentang Bom Bali, apakah betul bahwa yang Ustadz rencanakan dan lakukan hanya bom di Sari Club saja, sedangkan yang di Paddys Café Ustadz tidak bertanggung jawab. Lalu siapa yang melakukan aksi tersebut ?

IS: Jadi begini ya, itu sebetulnya tidak perlu saya jawab. Karena biarlah yang sudah beredar di masyarakat itulah yang terjadi. Biar masyarakat menilai sendiri. Begitu. Sebab, sekarang ini kalau saya bicara, diplintirkan oleh media.

JM: Tentang Barisan yang menentang Ustadz (Buku Aku Melawan Terorisme), yaitu Ba’abduh dan kawan-kawan. Bagaimana pandangan Ustadz terhadap mereka ? Apa sudah ada buku yang dipersiapkan untuk membantah mereka ?

imam

IS: Ada, sudah saya kasihkan tadi kan (Sebuah naskah telah diberikan Ustad Imam Samudra ke Jihad Magz). Jadi begini sebetulnya, itu saya tulis dulu tahun 2004-2005 ketika saya membaca majalah As-Syariah yang ditulis oleh Abu Abduh. Itu sebenarnya sama dengan Lukman Ba’abduh, bahasanya sama persis, waktu di Krobokan. Jadi, saya bantah semampunya, karena satu, karena referensi terbatas. Yang kedua, tau sendiri di sini kan bukan pakai komputer. Tulis tangan… saya sepuluh tahun gak pakai pulpen, pakainya komputer ngetik sendiri. Sekarang nulis lagi, kembali ke zaman batu dulu.

JM: Tentang Media Jihad, Ustadz sangat concern sekali. Kenapa dan apa yang seharusnya dilakukan media-media jihad?

IS: Jadi, intinya satu, siapa saja yang terlibat dalam media Jihad dia wajib meluruskan niat dia karena Allah swt. Yang kedua, harus komitmen dengan yang dia emban, seperti ini kan Ar Rahmah, State of Islamic Media. Itu betul-betul, orang kafir itu 24 jam bekerja tidak berhenti untuk menyebarkan kekafiran.

Yuriiduna li-yuthfi-u nuurallah bi-afwaahihim, wallahu mutimmu nuurihi walaw karihal kaafiruun. Orang kafir itu dengan mulut mereka memojokkan ummat Islam, maka kita pun wajib meluruskan syariat Allah dengan dakwah kita. Kenapa pakai mulut? Karena waktu itu tidak ada speaker, gak ada internet gak ada radio, pakai mulut dari mulut ke mulut. Kalau sekarang dari internet ke internet. Dari radio ke radio. Dari chatting ke chatting. Dari milis ke milis.

Jadi, istiqamah dengan kebenaran, Antum harus yakin, harus yakin itu benar, istiqamah. Otomatis yang benar pasti akan mendapat tantangan dari pihak lain.


JM: Kalau di luar negri Ustadz, aktivis-aktivis Islam yang ditangkap itu, oleh kaum Muslimin yang lain dibuatkan situs-situs untuk membantu mereka, mengumpulkan dana, termasuk bagaimana menekan penguasa untuk bagaimana dia bisa keluar. Menurut Ustadz, kita-kita di luar ini perlu gak seperti itu?

IS: Nah, itu tergantung intrik Antum. Karena, Fukku al-‘aany wa-ath’imul jaa-i'… (hadits). Bebaskan orang tertawan dan berilah makan orang-orang yang lapar dan kunjungilah orang-orang yang sakit. Itu fardu ‘ain. Fardhu ‘ain hukumnya kalau Antum mampu. Itu tidak perlu saya jawab lagi, karena itu sudah jelas hukumnya, bukan ijtihadiyah, itu hadits, sudah qath-‘i hadits. Kunjungi orang sakit, bebaskan tawanan, dan kasih makan orang yang lapar. Begitu.

JM: Kalau di LP Grobokan Bali Ustadz ‘sering’ mendapatkan ‘karomah’, apakah di LP Nusa Kambangan ini Ustadz juga mengalami hal yang sama ?

IS: Jadi, kadang-kadang begini, saya terus terang. Kadang-kadang saya sendiri tidak menuliskan mimpi itu. Karena saya khawatir, satu, ta’jub terhadap diri sendiri. Kadang-kadang saya pun gak percaya itu akan terjadi, tapi ternyata itu terjadi. Saya, sebelum datang wartawan, mimpi datang wartawan dari Malaysia, dari mana itu, ada wartawan nih.. saya diam gak cerita. Nyatanya betul ada wartawan.. Subhanallah.

Itu diantaranya, mudah-mudahan karamah dari Allah SWT. Banyak seperti itu, dan banyak keinginan yang baru terlintas dalam hati, tiba-tiba Allah kabulkan dengan izin Allah swt. Meskipun kadang agak lambat, kadang spontan. Seperti itu.

JM: Seperti keinginan makan roti sewaktu di LP Krobokan Bali waktu itu ?

IS: Ya, yang seperti itu sebenarnya bukan saya saja yang mengalami, banyak juga ikhwan-ikhwan lain yang mengalami, cuma mereka tidak menulis. Saya pun tidak menulis, tapi dikasih nasihat oleh orang lain, bahwa ini sebagai bukti kebenaran perjuangan, maka saya tulis seperti itu.

JM: Bagaimana tentang eksekusi nanti Ustadz (wallahu a’lam bis shawab), beberapa isu yang terdengar dan lain sebagainya, pihak pemerintah ini khawatir kalau itu dilaksanakan, negeri ini akan tambah hancur, atau bakalan ‘kualat’ lah…!

IS: Tentu, itu pasti itu. Janji Allah seperti itu. Khan.. Allah bersumpah, demi kemuliaanKu, kata Allah, barangsiapa yang menyakiti waliKu, maka dia menantangKu untuk memerangi mereka. Kami ini wali Allah, kami yakin wali Allah SWT. Jangankan dieksekusi, dizhalimi saja Allah akan marah. Kan sudah banyak buktinya. Di Aceh, di sini Tsunami, di mana-mana, harga minyak naik semua, itu kan bala’ dari Allah SWT. Lapindo sampai sekarang tidak tertutup, dia akan berhenti/ tertutup kalau negeri ini mengamalkan hukum Allah SWT.

JM: Bahkan terakhir terdengar juga mereka ditakut-takuti, atau dibilang, mungkin gak nanti teman-teman Al-Qaeda datang ke sini. Katanya begitu…

IS: Sangat mungkin itu. Insya Allah, mudah-mudahan. Tentara Allah kan ada di langit dan di bumi. Kalau jadi, Antum wajib beraksi semuanya.

JM: Kalau Ustadz sendiri sudah siap dengan apapun yang akan terjadi ?.

IS: Sebelum beramal seseorang harus siap dengan segala-galanya. Al-‘Ilmu qablal qawli wal ‘amal, ilmu itu sebelum ucapan dan perbuatan. Ilmu dulu baru beramal..

JM: Terakhir, harapan Ustadz terhadap kita-kita yang di luar ini apa Ustadz?

IS: Satu, istiqamah dengan Allah SWT, yang kedua, bersihkan hati dari kepentingan dunia dan popularitas. Kalau di hati ini ada sedikit saja niat popularitas, akan tumbang. Atau niat karena dunia, semua akan berantakan. Sedikit saja niat dunia, segeralah beristighfar kepada Allah SWT. Niat dunia itu yang merusak manusia, syahwat semua itu, niat karena popularitas, niat karena materi, niat karena wanita. Itu ada nempel sedikit bisa merusak semuanya.

Apalagi Antum dalam dunia media ini kan, rentan dengan virus-virus. Kadang-kadang kita gak berniat, seperti ada datang email spam yang tidak perlu kita lihat, nah itu harus hati-hati. Minta kepada Allah SWT agar tetap diikhlaskan karena Allah SWT.

Amien Ya Robbal Alamien. Wawancara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Imam Samudra sendiri.

Wallahu’alam bish shawab!

Jihad Interview
Ar rahmah Media Network
The State of Islamic Media
Dikutip Dari: JihadMagz Edisi II / Wawancara Eksklusif
http://www.arrahmah.com
http://jihadmagz.com

Senin, 18 Agustus 2008

Sisi yang Tidak Diekspos Media Tentang FPI

Front Pembela Islam (FPI) sebenarnya sudah lama jadi incaran aliansi musuh Allah SWT yakni kelompok gabungan antara kelompok liberal, kelompok maksiat (prostitusi, perjudian, dan pornografi), kelompok kuffar, dan aparat serta pejabat yang selama ini mendulang uang haram dari perputaran bisnis haram tersebut.

Abdurrahman Wahid saja, gembong kaum liberal dan sekutu Zionis, dengan sangat pede menyatakan jika dirinya sudah 15 tahun berjuang hendak membubarkan FPI. Itu berarti sejak tahun 1993. Padahal FPI baru berdiri tahun 1998. Walau demikian kita hendaknya maklum dengan pernyataannya yang ngawur ini karena memang orang yang sudah kena serangan stroke dua kali biasanya banyak syaraf yang sudah tidak terkoneksi dengan baik. Istilah komputernya sering hang, sehingga harus di-restart atau kalau tidak bisa juga ya di-off-kan saja.

Sejak berdiri pada tahun 1998, FPI memang getol memerangi tempat-tempat maksiat. �Sudah banyak tokoh dan elemen Islam yang menyampaikan amar ma�ruf, maka kami memang mengkhususkan diri pada Nahyi Munkar. Tapi tentu dengan prosedur yang benar secara hukum formal, � demikian ujar Habib Rizieq.

Keberanian FPI ini dalam menggempur lokasi-lokasi kemaksiatan memang tidak main-main. Rumah-rumah pelacuran, rumah judi, termasuk kantor tempat raja media porno dunia �Playboy�di Jakarta, semua diganyang oleh laskar Islam yang satu ini. Bagi media massa, baik cetak, radio, maupun teve, tindakan FPI tersebut memang merupakan berita yang layak dijadikan tajuk utama. Sayangnya, media-media yang juga banyak disusupi kelompok liberal dan kelompok penyuka kemaksiatan ini yang diekspos adalah kekerasan FPI semata.

Padahal, kekerasan atau penyerbuan yang dilakukan FPI merupakan jalan terakhir yang terpaksa diambil FPI setelah melewati berlapis-lapis prosedur, di antaranya mendesak kepolisian untuk berbuat.

�Media massa hanya mengekspos hal itu, tapi tidak memuat apa yang kami lakukan sebelum itu, � ujar Habib Rizieq dalam sebuah pertemuan beberapa waktu lalu.

Penyerbuan atau pengrusakkan merupakan langkah terakhir yang diambil FPI setelah melewati tahap-tahap sebelumnya. Habib Rizieq memaparkan, �Jika ada informasi yang menyebutkan di suatu tempat ada lokasi yang tidak beres, maka kami biasanya mengirim intelijen kami yang terdiri dari beberapa orang untuk menggali informasi yang valid. Jika benar itu tempat yang tidak beres, maka ada dua pengelompokkan yang FPI lihat. Jika tempat maksiat itu didukung warga sekitar dalam arti banyak warga sekitar yang mencari nafkah di sana dan menggantungkan hidupnya di sana, maka kami kirim ustadz untuk memberi pencerahan. Ini sisi amar ma�ruf FPI. Kami mendirikan pengajian dan sebagainya.�

�Namun jika tempat maksiat itu ternyata meresahkan warga sekitar, dan banyak yang dilindungi oleh preman terorganisir atau malah ada oknum aparat yang ikut melindungi, maka kami biasanya melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian agar polisi bisa bersifat pro-aktif. Jika sampai waktu yang kami minta belum ada tindakan apa pun juga dari kepolisian, kami melayangkan surat kembali mendesak agar aparat segera turun tangan. Ini kami lakukan sampai tiga kali. Namun jika aparat ternyata diam terus, tidak menunjukkan itikad baik untuk menyikat kemaksiatan, maka FPI pun segera mengirim surat pemberitahuan bahwa FPI akan mengirim laskarnya ke tempat tersebut untuk membantu tugas kepolisian. Ini semata-mata kami lakukan karena polisi tidak bertindak, � lanjut Habib.

�Kami membantu tugas kepolisian. Ini patut diberi tekanan. Karena polisi terlalu sibuk sehingga tempat maksiat tersebut tetap berjalan dengan aman dalam meracuni masyarakat, maka laskar kami yang turun. Selain memberi surat kepada polisi, kami pun melayangkan surat pemberitahuan berlapis-lapis kepada pengeloal tempat kemaksiatan itu, dan biasanya mereka membandel karena menganggap polisi saja tidak berani membereskannya, apalagi FPI. Tapi sekali lagi saya tekankan. FPI berjuang untuk menegakkan agama Allah, jadi kami tidak kenal takut terhadap segala kemaksiatan. Mereka yang berada di jalan setan saja berani, masak kami yang berjaung di jalan Allah harus takut?� tegas Habib.

�Sisi inilah yang jarang diekspos media massa sehingga masyarakat banyak tahunya kami ini organisasi anarkis. Padahal kami telah melakukan berlapis-lapis peringatan, bahkan berkoordinasi dengan kepolisian dan sebagainya, � tambah Habib.

Sebenarnya, media-media massa di negeri ini banyak yang mengetahui hal tersebut. Namun disebabkan mereka memang banyak yang berkepentingan agar FPI bubar, maka yang diberitakan adalah sisi kekerasan dari FPI. Padahal, FPI hanya membantu tugas kepolisian yang terlalu sibuk dengan tugas-tugas rutin seperti �razia� di jalan-jalan dan sebagainya. (rz)

(sumber : Eramuslim.com) http://www.eramuslim.com/berita/nas/8611075158-sisi-tidak-diekspos-media-tentang-fpi.htm

Di ambil dari: www.fpi.or.id

Pahlawan Neraka

Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing.
Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka iaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

"Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman," kata salah seorang sahabat.
Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka."
Para sahabat menjadi hairan mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah itu.
Rasulullah sedar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata, "Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya."

"Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka."
Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya, "Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak kerana itu, aku tidak akan berperang."

Minggu, 17 Agustus 2008