CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Jumat, 24 Oktober 2008

Permohonan si Miskin dan si Kaya

Nabi Musa AS memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa AS. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa AS, "Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya. Nabi Musa AS tersenyum dan berkata kepada orang itu, "saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah SWT. Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja"!. Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa AS. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa AS, "Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu. Nabi Musa AS pun tersenyum, lalu ia berkata, "wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah SWT. Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Alah SWT?. Allah SWT telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. Telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya", jawab si kaya itu. Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin Allah SWT tambah kekayaannya karena ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. Allah SWT mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah SWT.

Jumat, 17 Oktober 2008

KISAH BERPISAHNYA ROH DARI JASAD

Dalam sebuah hadith daripada Aisyah r.a katanya, "Aku sedang duduk bersila di dalam rumah. Tiba-tiba Rasulullah S.A.W datang dan masuk sambil memberi salam kepadaku. Aku segera bangun kerana menghormati dan memuliakannya sebagaimana kebiasaanku di waktu baginda masuk ke dalam rumah. Nabi S.A.W bersabda, "Duduklah di tempat duduk, tidak usahlah berdiri, wahai Ummul Mukminin." Maka Rasulullah S.A.W duduk sambil meletakkan kepalanya di pangkuanku, lalu baginda berbaring dan tertidur.

Maka aku hilangkan uban pada janggutnya, dan aku dapat 19 rambut yang sudah putih. Maka terfikirlah dalam hatiku dan aku berkata, "Sesungguhnya baginda akan meninggalkan dunia ini sebelum aku sehingga tetaplah satu umat yang ditinggalkan olehnya nabinya." Maka aku menangis sehingga mengalir air mataku jatuh menitis pada wajah baginda.
Baginda terbangun dari tidurnya seraya bertanya, "Apakah sebabnya sehingga engkau menangis wahai Ummul Mukminin?" Masa aku ceritakan kisah tadi kepadanya, lalu Rasulullah S.A.W bertanya, "Keadaan bagaimanakah yang hebat bagi mayat?" Kataku, "Tunjukkan wahai Rasulullah!"

Rasulullah S.A.W berkata, "Engkaulah katakan!," Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada keadaan lebih hebat bagi mayat ketika keluarnya mayat dari rumahnya di mana anak-anaknya sama-sama bersedih hati di belakangnya. Mereka sama-sama berkata, "Aduhai ayah, aduhai ibu! Ayahnya pula mengatakan: "Aduhai anak!"
Rasulullah S.A.W bertanya lagi: "Itu juga termasuk hebat. Maka, manakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah r.a : "Tidak ada hal yang lebih hebat daripada mayat ketika ia diletakkan ke dalam liang lahad dan ditimbuni tanah ke atasnya. Kaum kerabat semuanya kembali. Begitu pula dengan anak-anak dan para kekasihnya semuanya kembali, mereka menyerahkan kepada Allah berserta dengan segala amal perbuatannya." Rasulullah S.A.W bertanya lagi, "Adakah lagi yang lebih hebat daripada itu?" Jawab Aisyah, "Hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih tahu."

Maka bersabda Rasulullah S.A.W : "Wahai Aisyah, sesungguhnya sehebat-hebat keadaan mayat ialah ketika orang yang memandikan masuk ke rumahnya untuk emmandikannya. Maka keluarlah cincin di masa remaja dari jari-jarinya dan ia melepaskan pakaian pengantin dari badannya. Bagi para pemimpin dan fuqaha, sama melepaskan serban dari kepalanya untuk dimandikan.
Di kala itu rohnya memanggil, ketika ia melihat mayat dalam keadaan telanjang dengan suara yang seluruh makhluk mendengar kecuali jin dan manusia yang tidak mendengar. Maka berkata roh, "Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah, lepaskanlah pakaianku dengan perlahan-lahan sebab di saat ini aku berehat dari kesakitan sakaratul maut." Dan apabila air disiram maka akan berkata mayat, "Wahai orang yang memandikan akan roh Allah, janganlah engkau menyiram air dalam keadaan yang panas dan janganlah pula dalam keadaan sejuk kerana tubuhku terbakar dari sebab lepasnya roh," Dan jika merea memandikan, maka berkata roh: "Demi Allah, wahai orang yang memandikan, janganlah engkau gosok tubuhku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh."

Apabila telah selesai dari dimandikan dan diletakkan pada kafan serta tempat kedua telapaknya sudah diikat, maka mayat memanggil, "Wahai orang yang memandikanku, janganlah engkau kuat-kuatkan dalam mengafani kepalaku sehingga aku dapat melihat wajah anak-anakku dan kaum keluargaku sebab ini adalah penglihatan terakhirku pada mereka. Adapun pada hari ini aku dipisahkan dari mereka dan aku tidakakan dapat berjumpa lagi sehingga hari kiamat."
Apabila mayat dikeluarkan dari rumah, maka mayat akan menyeru, "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi janda, maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim, janganlah menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari ini aku akan dikeluarkan dari rumahku dan meninggalkan segala yang kucintai dan aku tidak lagi akan kembali untuk selama-lamanya."

Apabila mayat diletakkan ke dalam keranda, maka berkata lagi mayat, "Demi Allah, wahai jemaahku, janganlah kamu percepatkan aku sehingga aku mendengar suara ahliku, anak-anakku dan kaum keluargaku. Sesungguhnya hari ini ialah hari perpisahanku dengan mereka sehingga hari kiamat."

Sabtu, 04 Oktober 2008

Dunia Islam

FPI Siap Menyambut Preman AKKBB

Dikutip dari beberapa media tentang tanggapan Gus Nuril atas kejadian bentrok AKKBB dengan FPI. Nuril menyatakan bahwa insiden di PN Jakarta Pusat tanggal 25 September 2008 kemarin adalah benar anak buahnya. Menurutnya AKKBB perlu dilindungi, karena itu Nuril sengaja menurunkan anak buahnya yang dipakaikan atribut Banser Gus Nuril pada persidangan Habib Rizieq hari Kamis kemarin.

Padahal Kepala Satkorwil Banser DKI Jakarta, Avianto Muhtadi menyatakan tidak pernah menginstruksikan anggotanya untuk terlibat dalam kasus bentrok dengan massa FPI di persidangan Habib Rizieq. Begitu pula dengan H. Tatang pimpinan Banser se Indonesia, beliau juga menyayangkan bentrokan yang terjadi kemarin. Pihaknya juga sama sekali tidak tahu menahu mengenai penurunan massa yang beratributkan Banser di persidangan Habib Rizieq Syihab, menurutnya hal ini adalah tindakan provokatif yang dilakukan pihak yang mengatasnamakan Banser.

"Guntur itu pengurus NU. Dua kali pernah menjadi pengurus NU di Mesir. Karena jiwanya terancam, maka perlu dilindungi," ujar Nuril pengurus Pondok Pesantren Soko Tunggal.

Hal itu disampaikan dia usai acara Kongkow Bareng Gus Dur, di Teater Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (27/9/2009). Nuril menyatakan, pada 12 Oktober mendatang Banser NU akan datang ke Jakarta.

Apakah juga akan menyerbu markas FPI? "Ah nggak, FPI itu terlalu kecil. Kita akan datang saja ke Jakarta," kata Nuril.

Nuril kecewa dengan FPI karena personel AKKBB yang berkaos bertuliskan Banser NU tetap saja diajak bentrok. Padahal sebelumnya, lanjut Nuril, Ketua FPI Habib Rizieq Shihab menyatakan FPI dan NU bersaudara.

"Seharusnya kalau sudah tahu banser, jangan diajak berkelahi. Nanti saya juga begitu kalau anak buah saya menggebuki FPI lalu berdarah-darah, nanti saya bilang saudara," ujarnya.

Selain itu pada situs berita lainnya , Nuril juga memberikan komentar terhadap peristiwa bentrok FPI-AKKBB 25 September 2008 ,"Jika sudah tahu saudara, jika sudah ada tulisan Banser di kaos seharusnya jangan diajak ribut. Sudah tulisannya banser dan di luar kenapa masih digebuk? Itu munafik! Mulut dan hatinya tidak sama," ungkap Nuril usai acara Kongkow Bareng Gus Dur di Teater Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (27/9)

Padahal kata Satkorwil Banser DKI, Avianto Muhtadi, tidak pernah instruksikan Banser terlibat bentrok dengan FPI Kamis lalu (25/8). Begitu pula kata Ketua Satkorwil Banser Pusat H. Tatang Hidayat, bahwa tidak ada instruksi semacam itu. Lantas Banser apa yang dikirim Guntur Romli itu? "Banser Asli" adalah pengawal ulama NU, tapi "Banser Nuril" tidak mencerminkan seorang santri NU, karena merokok diluar sidang Habib Rizieq dibulan Ramadhan, memakai celana ketat dan memakai anting anting pada telinga gaya brandal Punk.

Jelas ini adalah 'Banser Palsu'!! Lantas si Nuril sesumbar mau kerahkan massa pada tanggal 12 Oktober 2008 nanti, tapi memakai embel-embel 'inisiatif pribadi'. Rupanya si Nuril mau MEMBAJAK nama Banser untuk bentrok dengan FPI. Karena itu bila gesekan ini sampai terjadi, maka ini bukanlah peperangan antara FPI dengan Banser atau pun dengan NU, bukan pula peperangan sesama umat Islam. Ini murni PERANG FPI melawan gerombolan Preman AKKBB pembela Ahmadiyah.

Menanggapi berita ini, Ketua Umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab memberikan pernyataan :

"Polisi harus periksa Mr. Nuril karena kirim pasukannya ke PN Jakarta Pusat dengan SENJATA TAJAM untuk lakukan KEKERASAN. Si Nuril itu PENGECUT! Silahkan Mr. Nuril turunkan PASUKAN BERANI MATI sebanyak-banyaknya, kami akan sambut dengan PASUKAN BERANI MATI-IN. Kapan saja di mana saja!! Allahu Akbar!!!"